Kadis Sosial SBB Pastikan Intervensi Penanganan Stunting Tepat Sasaran melalui Kunjungan Door to Door

Kadis Sosial SBB mendampingi Bupati meninjau penanganan stunting secara door to door di tiga desa lokus memastikan bantuan dan intervensi pemerintah tepat sasaran bagi balita dan ibu hamil berisiko

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat, Saiful Suneth, S.H., turut mendampingi Bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

SBB – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dipimpin langsung oleh Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, penanganan stunting dilakukan secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah balita penderita stunting dan ibu hamil berisiko melahirkan anak stunting atau mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), Kamis (11/06/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat, Saiful Suneth, S.H., turut mendampingi Bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Kehadiran Dinas Sosial menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat tepat sasaran dan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.

Kunjungan dilaksanakan di tiga desa yang menjadi lokasi fokus (lokus) penanganan stunting di Kecamatan Seram Barat, yakni Desa Morekau, Desa Lumoli, dan Desa Neniari. Pada kesempatan tersebut, Bupati bersama rombongan menyambangi langsung keluarga penerima manfaat untuk melihat kondisi kesehatan balita dan ibu hamil, sekaligus memastikan berbagai bentuk intervensi pemerintah telah diterima sesuai kebutuhan.

Selain melakukan pemantauan kesehatan, rombongan juga meninjau kondisi lingkungan tempat tinggal warga guna mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi terjadinya stunting. Peninjauan meliputi kondisi rumah, sanitasi, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga ketersediaan akses air bersih.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat, Saiful Suneth, S.H., mengatakan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, Dinas Sosial terus bersinergi dengan perangkat daerah lainnya untuk memastikan setiap keluarga yang masuk dalam kategori rentan memperoleh pendampingan dan bantuan sesuai kebutuhan.

"Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial memiliki peran dalam memastikan keluarga penerima manfaat mendapatkan dukungan sosial yang memadai, sehingga berbagai intervensi pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga," ujar Saiful Suneth.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Bantuan meliputi dukungan pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, serta intervensi pada aspek lingkungan melalui bantuan perbaikan rumah, penyediaan fasilitas sanitasi, dan pemenuhan akses air bersih.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kerja nyata dan kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai program yang telah dirancang harus dipastikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kita harus memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui koordinasi di atas meja, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tegas Bupati.

Melalui pendekatan door to door, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan yang lebih responsif, sekaligus memastikan setiap bentuk intervensi yang dilakukan berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting serta mewujudkan generasi Seram Bagian Barat yang sehat, unggul, dan berdaya saing.

SHARE :
LINK TERKAIT